Pada Senin, 6 Juli 2026, Pemerintah Desa Eyat Mayang menyelenggarakan Sosialisasi TekaDesa dalam impelementasi desa digital di Lombok Barat, yang bertempat di Aula Kantor Desa Eyat Mayang. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan aparatur desa dengan tujuan memperkenalkan layanan digital desa melalui TekaDesa Mobile berbasis Android serta Anjungan Mandiri. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diajak untuk mengenal berbagai kemudahan pelayanan administrasi desa yang kini dapat diakses secara digital tanpa menghilangkan prosedur pelayanan yang telah ditetapkan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai layanan yang tersedia pada TekaDesa, mulai dari akses informasi desa, proses pengajuan surat secara digital, hingga penggunaan Anjungan Mandiri. Selain penyampaian materi, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk mencoba penggunaan layanan secara langsung sehingga lebih mudah memahami setiap tahapan pelayanan. Dihadiri juga oleh mahasiswa KKP dari Universitas Islam Negeri Mataram yang diharapkan dapat membantu mensosialisakan program desa digital Eyat Mayang kepada masyarakat.
Sesi pertama diawali dengan pengenalan aplikasi TekaDesa Mobile yang dapat digunakan melalui perangkat Android. Tim TekaDesa menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh informasi desa sekaligus mengakses berbagai layanan administrasi secara lebih praktis.
Peserta diperlihatkan berbagai menu yang tersedia pada aplikasi, seperti informasi desa, berita, pengumuman, hingga layanan administrasi yang dapat diajukan secara digital. Penjelasan dilakukan secara bertahap agar masyarakat memahami fungsi setiap menu dan mengetahui bagaimana aplikasi dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif karena masyarakat diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai penggunaan aplikasi. Berbagai pertanyaan yang diajukan dijawab secara langsung oleh tim sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai layanan digital yang tersedia.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah simulasi pengajuan surat melalui TekaDesa Mobile. Dalam sesi ini, masyarakat diperlihatkan langkah-langkah pengajuan surat mulai dari memilih jenis surat yang dibutuhkan, melengkapi data yang diperlukan, hingga mengirimkan permohonan melalui aplikasi.
Tim TekaDesa menjelaskan bahwa setiap pengajuan surat tidak langsung dapat dicetak, tetapi harus melalui proses verifikasi dan persetujuan secara bertahap sesuai mekanisme pelayanan administrasi desa. Setelah masyarakat mengirimkan permohonan, pengajuan akan terlebih dahulu diperiksa oleh Kepala Dusun untuk memastikan data yang diajukan telah sesuai. Selanjutnya, permohonan diteruskan kepada Sekretaris Desa untuk dilakukan pemeriksaan administrasi. Setelah dinyatakan lengkap, pengajuan akan diteruskan kepada Kepala Desa sebagai tahap persetujuan akhir.
Apabila seluruh tahapan verifikasi telah selesai dan surat disetujui, masyarakat memiliki dua pilihan untuk memperoleh dokumen tersebut. Surat dapat dicetak secara langsung melalui Anjungan Mandiri yang tersedia di kantor desa, atau diunduh (download) dalam bentuk file sehingga dapat dicetak sendiri di tempat percetakan apabila diperlukan. Dengan adanya pilihan tersebut, masyarakat memiliki fleksibilitas dalam memperoleh dokumen sesuai kebutuhan.
Melalui simulasi ini, masyarakat memahami bahwa pelayanan digital tidak menghilangkan prosedur administrasi yang berlaku di desa. Sebaliknya, TekaDesa membantu mempermudah proses pengajuan karena dapat dilakukan melalui aplikasi, sementara tahapan verifikasi tetap dilakukan oleh aparatur desa sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Selain memperkenalkan aplikasi Android, tim TekaDesa juga memberikan demonstrasi penggunaan Anjungan Mandiri yang tersedia di kantor desa. Fasilitas ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pelayanan digital yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara mandiri.
Dalam demonstrasi tersebut, peserta diperlihatkan cara menggunakan Anjungan Mandiri untuk mengakses berbagai layanan administrasi. Beberapa warga juga diberikan kesempatan mencoba langsung perangkat tersebut dengan didampingi oleh tim TekaDesa sehingga mereka dapat memahami langkah-langkah penggunaannya.
Tim menjelaskan bahwa Anjungan Mandiri tidak hanya memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan desa, tetapi juga dapat digunakan untuk mencetak surat yang telah selesai melalui proses verifikasi dan persetujuan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menunggu proses pencetakan oleh petugas apabila dokumen telah dinyatakan selesai diproses.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan penuh antusiasme. Masyarakat terlihat tertarik mengikuti setiap sesi yang disampaikan, terutama ketika diberikan kesempatan untuk mencoba langsung aplikasi TekaDesa Mobile maupun Anjungan Mandiri.
Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari proses pengajuan surat, tahapan verifikasi, hingga cara memperoleh dokumen setelah permohonan disetujui. Diskusi yang berlangsung secara interaktif membantu masyarakat memahami alur pelayanan digital dengan lebih baik.
Pendampingan yang diberikan selama kegiatan juga membuat masyarakat merasa lebih percaya diri untuk memanfaatkan layanan digital desa dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan Sosialisasi TekaDesa menjadi salah satu upaya Pemerintah Desa Eyat Mayang dalam memperkenalkan pelayanan administrasi berbasis digital kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mengenal aplikasi TekaDesa Mobile dan Anjungan Mandiri, tetapi juga memahami alur pelayanan administrasi yang tetap mengedepankan proses verifikasi sesuai mekanisme pemerintahan desa.
Dengan semakin dikenalnya layanan digital desa, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah tersedia untuk memperoleh informasi maupun mengajukan layanan administrasi secara lebih mudah. Penerapan teknologi digital seperti TekaDesa diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan desa.