Pengelolaan data penduduk menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelayanan dan tata kelola pemerintahan desa. Data yang tersusun dengan baik dapat membantu pemerintah desa memahami kondisi masyarakat sekaligus mendukung pelayanan yang lebih efektif. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan pengenalan sistem dan pelatihan TekaDesa yang dilaksanakan di Desa Kedaro dan diikuti oleh perangkat desa.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai manfaat TekaDesa dalam mendukung kebutuhan pemerintah desa hingga pelayanan bagi masyarakat. Tim TekaDesa menjelaskan bagaimana digitalisasi dapat membantu desa mengelola data sekaligus menyediakan informasi yang lebih mudah diakses.
Salah satu bagian yang diperkenalkan adalah website desa. Melalui website tersebut, berbagai informasi dapat ditampilkan, seperti jumlah penduduk, profil perangkat desa, statistik data warga, transparansi APBDes, hingga pemetaan desa. Website ini diharapkan dapat menjadi salah satu media digital bagi desa untuk menyampaikan informasi dan menggambarkan kondisi desa secara lebih terbuka.
Setelah memahami gambaran umum sistem, perangkat Desa Kedaro kemudian diperkenalkan dengan dashboard admin TekaDesa. Tim menjelaskan beberapa menu dan fungsi utama secara umum, termasuk bagian profil desa yang perlu dilengkapi agar informasi desa dapat ditampilkan dengan baik.
Materi utama dalam kegiatan ini berfokus pada penginputan data penduduk. Perangkat desa diperkenalkan dengan beberapa cara untuk memasukkan data ke dalam sistem, mulai dari penginputan secara manual dengan mengisi setiap kolom yang tersedia, menggunakan file Excel dengan format yang telah disediakan TekaDesa, hingga memanfaatkan fitur OCR untuk membantu membaca data dari Kartu Keluarga (KK).
Dengan beberapa metode tersebut, proses pendataan dapat dilakukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan desa. Penggunaan sistem diharapkan dapat membantu perangkat desa memiliki data penduduk yang lebih tertata dan mudah dikelola.
Selain pendataan penduduk, peserta juga mendapatkan penjelasan secara umum mengenai layanan surat mandiri. Pembahasan ini belum dilakukan secara mendalam karena akan dilanjutkan pada pelatihan berikutnya. Dalam sistem TekaDesa, format layanan surat dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan format administrasi yang digunakan masing-masing desa.
Pada sesi berikutnya, Sekretaris Desa dan operator Desa Kedaro turut mencoba TekaDesa Mobile dengan masuk sebagai perangkat desa. Melalui praktik tersebut, keduanya dapat melihat gambaran alur verifikasi dalam layanan surat mandiri serta proses pendataan penduduk yang dapat dilakukan melalui perangkat Android.
Bagi Desa Kedaro, pemanfaatan TekaDesa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengembangkan pelayanan sekaligus memperbaiki pengelolaan data desa. Digitalisasi tidak hanya dipandang sebagai penggunaan sistem, tetapi juga sebagai peluang untuk membangun tata kelola data yang lebih baik.
Sekretaris Desa Kedaro juga menyampaikan harapan agar digitalisasi dapat dikembangkan menjadi media yang mampu mempublikasikan kondisi desa secara nyata. Dengan informasi dan data yang dikelola secara lebih baik, pemerintah di tingkat pusat maupun pihak terkait dapat memperoleh gambaran mengenai keadaan desa yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
Hal tersebut menjadi penting mengingat pengelolaan data penduduk masih menjadi salah satu tantangan yang perlu diperbaiki di tingkat desa. Melalui kegiatan ini, perangkat Desa Kedaro mulai mendapatkan pemahaman dan pengalaman dalam memanfaatkan TekaDesa sebagai bagian dari proses digitalisasi desa.
Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk mendorong pengelolaan data dan pelayanan desa yang lebih terarah, sekaligus membuka ruang bagi Desa Kedaro untuk terus mengembangkan pemanfaatan teknologi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintahan desa.